Hi, I'm Eri!

Yahoo! selamat datang di my bios (Bukan OS btw wkwkwkwk)

▀▄Biodata▀▄
Name: Eri Lestari
Nickname: Ai, Aile, Eri, Erimochi
Pronounce: She/Her
Age: 30 y.o (Adult)
Job: Artist Freelancer
Language: Indonesian (Speaking + text) and English (text only use AI translator)

▀▄Landmine▀▄
Birth date: 11 December 1995
MBTI: ISTP-T
Zodiak: Sagitarius
Shio: Babiikkk!!
Favorite: Brownies, chocolate pudding, Dark chocolate, matcha, cappucino, UHT milk, Bitter tea
Dislike: Pest insects, thunder, ex-BF and crowd
Hobby: Walking in quiet and beautiful places, drawing, and sleeping
Artist fav: L'Arc~ en ~Ciel
Genre Fav: Rock, math rock, alternative rock, medieval/celtic, classic, and pop/rock gothic lolita

Keterangan:

- Yumebound intro untuk lihat konten yumeshipku
- Buku Harian Anzu adalah konten translate story game Enstars!! karena saya mau share jika males mondar mandir buka translator

"Jika kau adalah sakura... maka aku akan menjadi langit yang selalu menjagamu dari jauh."
-Aile Rytsary-

▀▄Yume Intro▀▄
Name: Aile Rytsary
Nickname: Aile
MBTI: INFP-T
Age: 19–20
Height: 158 cm
Status: Doutankyouhi, Restritch no sharing
Kami Oshi: Tsukasa Suou (Knights)
Allowed oshis: All members of Knights except Tsukasa
▀▄Before You Follow▀▄
- LGBTQ+ safe! Don’t you dare claim that I’m homophobic or phobic towards this community. I often create art featuring themes of homosexuality, intersex identities, and androgyny anyway.
- Do not beg me for mutual follows! I’m completely fed up with it!
- Be followers and commenters who are pleasant to be around and have good vibes let’s keep our space kind and positive.
- I tend to speak harshly and sharply when I’m angry, but when I’m doing fine, I’m actually quite shy and easily embarrassed.
- I never share or post my yumeship-related content publicly.
▀▄DNI & Block▀▄
- Anyone who creates yumeship content with Tsukasa Suou whether through tagged posts or commissioned fanart made by other people please keep it hidden from me. I want to avoid seeing it, not because I hate it. If you still insist on posting content that conflicts with my Tsukasa yumeship, I will remove you from my contacts.
- People who like to speak ill of me or make bad claims about me
- People who seem naive yet actually have great knowledge
- Too much drama
- Secularism or extreme fanaticism. Because I stand in the middle and balance between both sides.
- Do not give me criticism, suggestions, lectures, or anything similar. My mind is already worn out / my head is already full and overflowing!
- I will block anyone, be it strangers or ex-BF, who intends to disturb or bother me.

▀▄Love Story▀▄

Akademi Yumenosaki tempat yang terkenal sebagai sekolah yang melahirkan banyak idola berbakat, kini kedatangan seorang murid pindahan baru. Namanya Aile Rytsary, seorang gadis yang harus pindah ke sini karena sekolah lamanya sudah digusur dan tidak bisa digunakan lagi. Dengan segala harapan dan perasaan campur aduk, dia memulai hari-hari barunya di lingkungan yang sama sekali baru. Takdir pun menempatkannya di satu kelas dengan Leo Tsukinaga, sosok yang dikenal sebagai jenius musik yang unik dan penuh ide-ide tak terduga.
Hari-hari awal Aile di sekolah berjalan dengan biasa saja, sampai suatu hari di mana segalanya berubah. Saat itu, dia sedang terburu-buru membawa tumpukan buku yang banyak sekali untuk dikembalikan ke perpustakaan. Tangannya penuh memegang buku-buku itu sampai pandangannya sedikit terhalang, sehingga dia tidak melihat orang yang berjalan dari arah berlawanan. Brak! Tanpa sengaja dia menabrak orang tersebut, membuat beberapa buku yang dia bawa jatuh berserakan di lantai.
"Maafkan aku! Aku tidak sengaja, aku sedang terburu-buru..." ucap Aile dengan nada panik sambil berusaha mengambil buku-bukunya yang jatuh.
Orang yang ditabraknya itu adalah Tsukasa Suou, salah satu siswa berbakat yang sering tampil dalam berbagai pertunjukan. Saat Aile mengangkat wajahnya, dia melihat ekspresi Tsukasa yang terlihat malu dan sedikit cemas. Ternyata, sebelum bertabrakan dengan Aile, Tsukasa sedang sibuk berlatih gerakan tari untuk persiapan pertunjukannya dan dia merasa bersalah karena pertemuan tak sengaja ini membuat latihannya terhenti sejenak.
Namun, rasa bersalah itu tidak berlangsung lama. Dengan sikapnya yang sopan dan ramah, Tsukasa segera menundukkan kepalanya meminta maaf juga. "Tidak, aku juga yang kurang hati-hati. Maaf ya sudah membuatmu kerepotan. Ayo aku bantu membawakan buku-buku ini ke tempat tujuanmu."
Tanpa menunggu jawaban, Tsukasa langsung mengambil sebagian tumpukan buku yang berat itu dan berjalan bersama Aile menuju perpustakaan. Sepanjang perjalanan mereka hanya berbicara seperlunya saja, namun momen itu meninggalkan kesan yang baik di hati keduanya. Setelah hari itu, hubungan mereka hanya sebatas kenalan biasa saja. Kadang mereka berpapasan di koridor sekolah dan hanya menyapa sekilas, tak ada yang istimewa sampai datanglah hari pertunjukan besar yang mengubah segalanya.
Suatu hari, Aile menerima undangan untuk menonton konser tantangan yang sangat dinanti-nantikan seluruh siswa. Di panggung itu, dua kelompok akan bertanding: satu sisi diisi oleh Tsukasa, Arashi Narukami, Ritsu Sakuma, dan Izumi Sena, sedangkan lawan mereka adalah kelompok Knight Killer yang beranggotakan Leo Tsukinaga, Eichi Tenshouin, Nazuna Nito, dan Kuro Kiryu.
Saat pertunjukan berlangsung, mata Aile tak lepas memandangi panggung. Perasaannya bercampur aduk antara kagum dan sedih. Bagaimana tidak? Di sana dia melihat teman sekelasnya, Leo Tsukinaga, yang akhirnya kembali tampil di atas panggung Akademi Yumenosaki. Kenangan pahit kembali terlintas di benaknya setelah peristiwa Story "Checkmate", Leo pernah mengalami masa-masa sulit di mana dia merasa sangat tertekan dan depresi, sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke luar negeri bersama Madara Mikejima dan meninggalkan sekolah ini untuk sementara waktu. Melihat Leo yang kini tampil bersemangat kembali, Aile merasa lega sekaligus haru. Di tengah kesibukan dan kegembiraan penonton, ada perasaan lembut yang tumbuh di hatinya dan tanpa dia sadari, perasaannya itu diamati oleh seseorang yang juga sedang memperhatikannya dari kejauhan.
Waktu terus berlalu, sampai tibalah momen yang menjadi awal mula perasaan cinta yang tumbuh di hati Tsukasa.
Suatu sore yang cerah, saat bunga sakura sedang mekar indah menghiasi halaman sekolah, Aile duduk bersantai di bawah pohon sakura yang rindang. Di hadapannya ada sebuah piring berisi mochi ukuran besar yang dia buat sendiri. Dengan wajah yang tenang dan bahagia, dia menikmati makanan kesukaannya itu sambil sesekali menatap kelopak bunga sakura yang berjatuhan tertiup angin.
Tiba-tiba, ada seseorang yang berhenti tepat di hadapannya. Aile mengangkat wajahnya, dan ternyata itu adalah Tsukasa. Namun, yang membuatnya terkejut adalah tatapan mata Tsukasa yang berbinar-binar seolah-olah melihat sesuatu yang paling berharga di dunia. Tatapan itu tertuju tepat pada mochi jumbo yang ada di tangannya.
Tsukasa berdiri diam, tidak bergerak sama sekali. Dalam hatinya dia berpikir: "Wah... mochi sebesar itu? Penasaran sekali rasanya... dan untungnya sekarang tidak ada Kak Izumi di sini, jadi aku bisa mencobanya tanpa dimarahi atau dilarang."
Tanpa sadar, wajah Tsukasa memerah dan dia menjadi salah tingkah. Perilakunya yang biasanya tegas dan percaya diri lenyap seketika hanya karena melihat mochi itu. Akhirnya, dengan sedikit gugup dia mendekat dan berbicara, "Ehm... senpai... itu... apakah mochi buatanmu? Terlihat sangat enak... bolehkah aku mencicipinya sedikit saja?"
Aile yang melihat tingkah laku Tsukasa itu sampai menahan tawa sekaligus merasa malu. "Aneh juga... biasanya dia orang yang serius, tapi sekarang dia jadi begini cuma karena melihat makanan? Apakah dia benar-benar tertarik padaku, atau hanya tertarik pada makananku saja?" batinnya dengan perasaan yang campur aduk.
Namun, Aile tetap tersenyum ramah dan mengizinkannya. "Tentu saja boleh. Silakan dicoba ya."
Begitu mencicipi gigitan pertama, mata Tsukasa semakin terbelalak. Rasanya yang manis, lembut, dan pas di lidah membuatnya jatuh hati seketika. "Wah... ini sangat enak! Aku belum pernah merasakan rasa mochi selezat ini sebelumnya!" serunya dengan antusiasme yang jarang dia tunjukkan.
Sejak saat itu, Tsukasa mulai mendekati Aile dengan alasan ingin memakan mochi buatannya. Namun lama-kelamaan, dia sadar bahwa alasannya itu hanya alasan semata. Yang sebenarnya dia inginkan bukan hanya makanannya, tapi kehadiran Aile sendiri. Setiap kali dia bertemu dengannya, hatinya terasa ringan dan bahagia. Dia suka melihat senyumnya, suka mendengar suaranya, dan suka setiap hal kecil tentang dirinya. Rasa sukanya itu perlahan tumbuh menjadi cinta yang tulus.
Sedangkan Aile, yang awalnya merasa heran dan malu karena ada orang yang tiba-tiba dekat dengannya hanya karena makanan, lama-kelamaan mulai menyadari perasaan yang sesungguhnya. Dia melihat bagaimana Tsukasa selalu ada untuknya, bagaimana dia selalu berusaha membuatnya tersenyum, dan bagaimana dia selalu mendukungnya dalam setiap hal. Dia pun mulai merasakan hal yang sama rasa cinta yang tumbuh perlahan di hatinya, selembut dan semanis rasa mochi yang menjadi awal pertemuan hati mereka.
Di bawah rindangnya pohon sakura Akademi Yumenosaki, kisah cinta mereka dimulai dari pertemuan yang tak terduga, perasaan yang tumbuh perlahan, sampai akhirnya mereka saling menyadari bahwa satu sama lain adalah bagian terindah dari perjalanan mimpi yang mereka jalani bersama.
!
!
!
!
Made by: Dola AI (jangan hajar aku ya!)